![]() |
Foto Aksi Depan SPBU |
KENDARI, PERS CENDIKIAWAN UNSULTRA - Kornus Sulawesi Hasir Menyoroti Keputusan Pemerintah memprivatisasi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan cara menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Initial Public Offering (IPO).
Hasir, Kornus Sulawesi menilai tidak ada urgensi dari rencana IPO selain untuk menjual aset kepada pihak swasta yang menguntungkan para pemburu rente. Padahal selama ini PGE mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun sebagai badan usaha milik negara," Minggu (12/02/2023).
Menurutnya, dalam hal pendanaan investasi, PT PGE dinilai tidak pernah kesulitan dalam mendapatkan mitra strategis pada setiap proyek pengembangan bisnis, termasuk sangat mudah dalam mendapatkan Soft Loan. "Faktanya saat ini PT PGE telah dan sedang bekerja sama dengan banyak pihak sebagai Lender strategis dan mendapatkan bunga pinjaman lunak," lanjutnya.
Dijelaskan, dengan kapasitas total Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia sebesar 2.292 Mega Watt (MW). Sampai dengan tahun 2022 PGE memegang kuasa atas WKP sebanyak 82% baik dengan skema operasi sendiri ataupun Joint Operation Contract. Indonesia memiliki kurang lebih 40% cadangan geothermal dunia dengan potensi cadangan 25.4 Giga Watt menjadikan Indonesia sebagai negara pemilik cadangan terbesar di dunia.
Potensi panas bumi di Indonesia, di mana 40% panas bumi dunia ada di Indonesia. Sudah selayaknya Indonesia mengembangkan panas bumi lebih dari kapasitas yang terpasang,” kata Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yuniarto.
Sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945 Pasal 33 ayat 2 dan 3 yang berbunyi: “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.
“Kalau sudah mau dilepas seperti ini, perlu kita pertanyakan terkait kepimpinan kementerian dan lembaga terkait,”
“Kami heran, kenapa penawaran ini muncul di tengah PT. Pertamina Geothermal Energy menorehkan berbagai macam prestasi yang luar biasa. Penawaran ini muncul di tengah Pertamina mencatatkan laba kurang lebih 57 triliun di tahun 2022. Lalu untuk apa anak usahanya kemudian di lepas dengan target 9,7 triliun saja dari hasil dana IPOnya. Apa PGE kesulitan mendapat suntikan dana untuk pengembangan eksplorasi panas bumi kita? Saya rasa tidak mungkin,” tandas dia.
Dijelaskan, sekitar 85% dana hasil IPO saham PGEO untuk pengembangan usaha sampai dengan tahun 2025. Pengembangan itu terdiri atas sekitar 55% untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional saat ini yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing.


إرسال تعليق