![]() |
BIMA, PERS CENDIKIAWAN UNSULTRA - Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa Donggo - Soromandi, meminta pemerintah Kabupaten Bima Untuk melalukan pengaspalan jalan yang ada di kecamatan Donggo - Soromandi.
namun dari beberapa tuntutan yang dilayangkan massa aksi tak juga menemui titik terang, sehingga massa aksi tetap malukan demonstrasi dari jilid l sampai jilid lll.
jalannya aksi demonstrasi diwarnai dengan tindakan represif oleh aparat kepolisian kabupaten bima, yang dinilai melakukan pembungkaman terhadap gerakan masyrakat dan mahasiswa.
Kornus Sulawesi, Hasir Mengecam segala bentuk tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian kabupaten bima terhadap massa aksi.
“Saya mengutuk keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian kabupaten bima. saya selaku Kornus Sulawesi Meminta kepada Kapolri dan Kapolda NTB untuk melalukan evaluasi kepada kapolres bima” ucap, Hasir
masih dalam persoalan tindakan represif, ada sekitar 25 orang massa aksi yang di tahan oleh pihak polres bima dan kabarnya belum juga dibebaskan.
“Ini adalah contoh nyata dalam tindakan pembungkaman yang secara sadar dan nyata dilakukan oleh aparat kepolisian kabupaten bima. negara ini adalah negara demokrasi yang menjunjung tinggi hak menyampaikan pendapat di muka umum, dengan tindakan seperti ini yang justru mencederai nilai nilai berdemokrasi kita di indonesia, hal ini tidak bisa dibiarkan terus terulang” lanjut Hasir
dia meminta agar massa aski yang di tahan secepatnya di bebaskan tanpa syarat apa pun.
“Kapolres bima harus segera melepaskan teman teman yang ditahan di polres bima tanpa syarat apapun, Bem nusantara akan siap mengawal jika sekitar 25 orang masih di tahan di polres bima” tutupnya.

إرسال تعليق